Bulukumba, Inilah.co.id– Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bulukumba menggelar Konferensi Kerja Kabupaten I di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu (5/11/2025). Di momen ini juga, PGRI mendapat bantuan satu unit Laptop dari Bank Sulselbar Cabang Bulukumba.
Konferensi kerja tersebut, dihadiri langsung oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf. Bupati yang akrab disapa Andi Utta ini, sekaligus berstatus sebagai Ketua Dewan Pembina PGRI Kabupaten Bulukumba.
Adapun hibah satu unit laptop diserahkan oleh Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Bulukumba Andi Yudiarti Hadrawi.
Saat sambutan, Bupati Andi Utta menegaskan pentingnya akselerasi para guru demi masa depan dan kualitas pendidikan yang lebih baik. Sebab menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks.
“Teknis mendidik yang mungkin kurang cepat selama ini, harus diupayakan untuk melakukan inovasi. Jangan terus-terus menoton. Kemudian jangan pernah berhenti belajar,” ujar Andi Utta.
Bupati dua periode ini lebih jauh meminta PGRI untuk terus bersinergi dan menyupport program-program pemerintah daerah, termasuk penguatan ketahanan pangan.
“Saya meminta guru-guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan secara teoritis kepada murid, tapi juga mengajak di lingkungannya semua untuk manfaatkan lahan produktif,” jelas Andi Utta.
Cita-cita Indonesia Emas 2045 merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa. Sebab itu, PGRI Bulukumba harus mampu mengusung rencana kerja yang baik.
Selain Bupati Andi Utta, Konferensi Kabupaten I PGRI Bulukumba ini, juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba yang diwakili oleh Ketua Komisi IV, H. Syamsir Paro, jajaran Forkopimda Kabupaten Bulukumba, PGRI Sulsel hingga sejumlah jajaran Bank Sulselbar.
Ketua PGRI Bulukumba, Hj. Hamrina A Muri menyampaikan bahwasanya, konferensi kerja ini dilaksanakan untuk melaporkan program mandatori pengurus kabupaten, pertanggung jawaban pengelolaan keuangan, serta perumusan program mandatori pengurus
PGRI Bulukumba, lanjut dia, juga sengaja menghadirkan berbagai pihak terutama Forkopimda Kabupaten Bulukumba untuk bisa menyamakan persepsi agar tidak ada lagi kriminasasi terhadap guru.
“Sekalipun kita diproteksi, tapi kita tidak bisa mengabaikan Undang-Undang Perlindungan Anak,” jelas Hj. Hamrina
Comment