Bulukumba, Inilah.co.id— Perpustakaan Desa Mattirowalie bersama sejumlah perpustakaan desa lainnya di Kabupaten Bulukumba, ambil bagian dalam Festival Literasi yang dilaksanakan selama tiga hari, dari 26 November sampai 28 November 2025.
Pengelola Perpustakaan Desa Mattirowalie, Miftahul Jannah menyampaikan bahwa sebenarnya minat baca masyarakat itu sudah ada, tapi dari segi ketertarikan untuk berkunjung ke perpustakaan masih minim karena dipengaruhi oleh beberapa faktor.
“Mungkin juga karena saat ini Perpustakaan Desa Mattirowalie belum memiliki gedung tersendiri atau masih menumpang. Itu pun hanya berupa ruangan bukan gedung,” katanya di Halaman Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba, Kamis (27/11/2025).
Lebih lanjut, alumnus Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini mengaku akan terus berupaya agar lebih banyak lagi yang tertarik mengunjungi Perpustakaan Desa Mattirowalie, serta mendongkrak minat baca masyarakat.
Apalagi sekarang, kata Miftahul Jannah, sudah ada program TPBIS (Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial) yang bisa mengubah stigma masyarakat bahwa di perpustakaan bukan hanya tempat membaca buku, tapi perpustakaan di era sekarang sudah bertransformasi menjadi pusat berkegiatan.
“Kami menawarkan kepada anak-anak usia dini untuk nonton film di Perpustakaan. Dengan begitu akan menarik minat kunjungan. Kemudian memfasilitasi perangkat komputer kepada bidan/perawat desa dalam mengerjakan laporan kegiatan,” ujar Miftahul Jannah.
Diketahui, Festival Literasi dibuka oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.
Comment