Kado Akhir Tahun, Bapenda Bulukumba Pamer Tiga Inovasi Digital Pengelolaan PAD

Bapenda Kabupaten Bulukumba menyosialisasikan tiga inovasi digital pengelolaan PAD.

Bulukumba, Inilah.co.idPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memperkenalkan tiga inovasi digital pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ketiga inovasi ini menjadi kado istimewa di penghujung tahun 2025.

“Hari ini kita sosialisasikan tiga inovasi Bapenda Kabupaten Bulukumba, yaitu aplikasi Geomaps, aplikasi Siprida dan aplikasi Sipanrita,” kata Kepala Bapenda Kabupaten Bulukumba, Andi Muh. Arfah dalam laporannya di Lantai 4 Gedung Pinisi Bulukumba, Kamis (18/12/2025).

Lebih lanjut, Andi Arfah memaparkan bahwa Siprida merupakan singkatan dari Sistem Informasi Pajak dan Retribusi Daerah. Sedangkan Sipanrita adalah singkatan dari Sistem Pembayaran Pajak Terintegrasi.

“Apliaksi Geomaps dalam rangka percepatan pelayanan dan akurasi data pendaftaran objek pajak, serta pelayanan perubahan objek tanah dan bangunan,” kata Andi Arfah.

“Kalau Kota Makassar punya kanal pembayaran Pakinta, maka Bulukumba punya kanal pembayaran pajak nantinya melalui aplikasi Sipanrita,” sambungnya.

BACA JUGA:  Pesan Khatib Iduladha di Kompleks Kantor Bupati Bulukumba: Ciri Alumni Kurban adalah Gemar Mentraktir

Kemudian, kata Andi Arfah lagi, aplikasi Siprida bertujuan untuk mengoptimalkan administrasi dan monitoring pelayanan pajak daerah lainnya dan retribusi daerah. Ia berharap ketiga inovasi ini dapat diluncurkan tahun 2026 mendatang.

“Untuk tahun depan, kami akan melaksanakan pemutakhiran data untuk dua kecamatan, yaitu Ujung Bulu dan Gantarang. Mengingat dua kecamatan ini sangat pesat pembangunannya untuk akurasi data objek pajak,” jelas Andi Arfah.

“Tentunya Bapenda berkolaborasi dengan Bank Sulselbar selaku bank mitra pemerintah daerah sebagai muara penerimaan pendapatan daerah di Kabupaten Bulukumba, serta Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bulukumba,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menegaskan bahwa PAD (Pendapatan Asli Daerah) bukan hanya menjadi tanggung jawab satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah sesuai dengan peran dan kewenangan masing-masing.

Sebab itu, kata bupati yang akrab disapa Andi Utta, dibutuhkan kerja kolaboratif, data yang akurat, serta komitmen kuat secara bersama-sama untuk terus melakukan perbaikan dalam pengelolaannya.

BACA JUGA:  Bulukumba Tegaskan Penerimaan Murid Baru yang Objektif dan Transparan

“Di era digital saat ini, kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara lama. Dengan demikian, kehadiran aplikasi Geomaps, Siprida dan Sipanrita menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam melakukan transformasi digital pengelolaan pendapatan daerah,” ujarnya.

Andi Utta berharap seluruh OPD, camat, hingga pemerintah desa dan kelurahan dapat memahami, memanfaatkan, dan mengoptimalkan ketiga aplikasi ini dalam pelaksanaan tugas masing-masing.

“Jangan sampai sistem sudah tersedia, tetapi tidak digunakan secara maksimal. Teknologi hanyalah alat, keberhasilannya sangat ditentukan oleh komitmen dan kedisiplinan kita dalam menggunakannya,” imbuhnya.

Selain Bupati Andi Utta, sosialisasi tiga inovasi tersebut, juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, Syahruni Haris, Sekda Bulukumba, Muh. Ali Saleng, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar, Andi Yudiarti Hadrawi, Pimpinan OPD, Camat, hingga Kepala Desa dan Lurah.

Comment