Pansus Ranperda RTRW Godok Bulukumba Bagian dari Pusat Pariwisata Nasional

Pansus Ranperda RTRW Bulukumba melanjutkan pembahasan di Ruang Rapat Komisi II DPRD Bulukumba, Selasa (20/1/2026). (Ist)

Bulukumba, Inilah.co.id Lintas politisi yang tergabung dalam panitia khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bulukumba Tahun 2025–2045, menggodok stretagi pengembangan pariwisata.

Legislator Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba selaku Wakil Ketua Pansus, Kaspul BJ menegaskan bahwasanya Bulukumba memiliki banyak potensi. Hanya saja selama ini, perencanaan tata ruang yang kurang maksimal.

“Salah satu tema besar dari Ranperda RTRW yang kita bahas ini adalah Bulukumba bagian dari pusat pariwisata nasional. Sehingga kita godok bagaimana konsep pariwisata ke depan,” ujar Kaspul BJ di Bulukumba, Rabu (21/1/2026).

Menurut dia, banyak hal yang harus dibicarakan secara detail dan teknis dalam pembahasan Ranperda RTRW tersebut. Sebab itu, Pansus tidak ingin terburu-buru mempercepat jalannya pembahasan karena akan menjadi patron arah pembangunan Bulukumba selama 20 tahun ke depan.

Kaspul kemudian memaparkan progres pembahasan Pansus Ranperda RTRW yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kabupaten Bulukumba, pada Selasa (20/1/2026).

Sejak DPRD menerima Ranperda RTRW, kata dia, pembahasan di tingkat Pansus sudah dilaksanakan selama enam kali. Pansus pun menjadwalkan pembahasan berlangsung selama dua kali sepekan.

“Sebenarnya pembahasan sudah masuk ke materi, dan itu ada beberapa bab. Sekarang kita baru di bab pendahuluan, dan sudah mau masuk ke strategi pengembangan pariwisata dan strategi pengembangan ekonomi maritim,” jelas Kaspul.

Kaspul yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bulukumba ini mengaku pembahasan belum secara rinci sampai ke daerah-daerah kawasan pariwisata yang akan dimajukan.

“Tetapi intinya akan dibahas daerah-daerah mana yang pariwisatanya akan dimajukan, seperti Pantai Bira, termasuk wisata budaya di Ammatoa Kajang, dan lainnya,” jelasnya.

“Dengan pembahasan Ranperda RTRW ini, kita berharap pariwisata, maritim dan sektor lainnya bisa terkoneksi dengan baik,” sambung Kaspul.

Pembahasan Ranperda RTRW ini dipimpin oleh Ketua Pansus, Dr. Supriadi (PKS), didampingi Wakil Ketua Pansus Kaspul BJ (Demokrat). Turut hadir Anggota Pansus, di antaranya Hj. Nuraidah (PAN), Andi Narni Nurintan (NasDem), Juandy Tandean (Golkar), Efhi Wahyudi Masri (Gerindra), H. Muhdar Reha (PKB), serta Andi Erlina Halmin (PKB).

Selain itu, jajaran pemerintah daerah turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR, Bagian Hukum Setda, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Diketahui, Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf menyerahkan Ranperda RTRW kepada DPRD Kabupaten Bulukumba melalui rapat paripurna di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bulukumba, pada Jumat 14 November 2025 lalu.

Dalam sambutannya, bupati yang akrab disapa Andi Utta menyatakan bahwa RTRW merupakan pedoman utama dalam mengarahkan pembangunan daerah selama 20 tahun ke depan.

“Dokumen ini dilengkapi peta dan aturan ruang, sekaligus menjadi arah strategis pembangunan Bulukumba yang berkelanjutan, tertata, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Comment