Inilah Filosofi Logo HUT ke-66 Kabupaten Bulukumba

Logo HUT ke-66 Kabupaten Bulukumba

Bulukumba, Inilah.co.idLogo Hari Jadi ke-66 Tahun Kabupaten Bulukumba kembali mencuri perhatian publik. Logo dengan bentuk angka 66 yang mengalir dinamis ini, mulai diperkenalkan melalui akun sosial media Pemkab Bulukumba, Jumat (30/1/2026).

Filosofi logo hari jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba dengan mengusung tema “Pembangunan Berkarakter dan Berkelanjutan.”

Adapun makna pembangunan berkarakter adalah membentuk SDM yang jujur, cerdas dan berintegritas. Sedangkan makna berkelanjutan, yaitu memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan masa depan generasi mendatang. Benar-benar menjadi keseimbangan antara kemajuan fisik, karakter manusia, dan kelestarian alam.

Bentuk angka 66 dirancang menyatu dan tidak putus. Hal ini menggambarkan perjalanan pembangunan daerah yang berkesinambungan (terus-menerus) dari masa ke masa.

Bentuk yang mengalir (dinamis) menunjukkan pembangunan yang terarah dan berorientasi jangka panjang.

BACA JUGA:  Komunitas CB Sulsel Dikukuhkan di Bulukumba, Abd Jafar jadi Nahkoda Baru

Logo hari jadi tersebut, dengan identitas budaya kain Kajang. Inspirasi diambil dari tekstur Sarung Adat Kajang Ammatoa yang mengajarkan kesederhanaan dan kejujuran. Warna hitam melambangkan kekuatan, keteguhan prinsip, integritas dan kesetaraan sosial. Garis halus sebagai simbol keberagaman masyarakat Bulukumba yang bergerak harmonis dan bersinergi.

Lantas siapa pembuat atau desainer dari logo Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba?

Desainer logo Hari Jadi Kabupaten Bulukumba tahun ini, bernama Akhri Jetendra Djachrir. Ia merupakan Penelaah Kebijakan pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Setda) Bulukumba.

Menurutnya, logo Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba berakar dari pikiran-pikiran ketua panitia Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba sekaligus Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bulukumba, Andi Muh. Arfah.

BACA JUGA:  Komunitas CB Sulsel Dikukuhkan di Bulukumba, Abd Jafar jadi Nahkoda Baru

“Pikiran-pikiran dari ketua panitia, diterjemahkan oleh Kepala Bidang Humas Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad,” kata Akhri Jetendra Djachrir.

Lebih lanjut, pemuda yang lebih akrab disapa Tendra ini menguraikan, bahwasanya, logo Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba merupakan visualisasi dari visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bukukumba.

“Makna logo semua diramu oleh panitia Hari Jadi, terutama Pak Andi Muh. Arfah dan Pak Andi Ayatullah Ahmad,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Akhri Jetendra Djachrir adalah Fonder Stereotipe Indonesia, yang creative space, art preneur. Saat ini, ia fokus mengembangkan merchandise baju #welovebira untuk mengampanyekan pariwisata  Bulukumba lewat kaos.

Comment