Bulukumba, Inilah.co.id– Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Kabupaten Bulukumba, H. Safiuddin menyambut baik rencana Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf untuk menyiapkan panggung aspirasi bagi demonstran. Dia menyebutnya sebagai terobosan baru.
“Panggung aspirasi ini patut kita apresiasi. Kita mesti dukung bersama,” ujar Safiuddin seusai Seri Dialog Publik Bulukumba Bersuara di lantai 4 Gedung Pinisi Bulukumba, Rabu (10/7/2025) malam.
Dia menyatakan, anggota DPRD merupakan representasi wakil rakyat di parlemen. Sehingga kehadiran panggung aspirasi nantinya, bisa lebih mendekatkan masyarakat pembawa aspirasi dengan anggota DPRD.
“Sesuai penyampaian Bupati bahwa Pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, harus menerima aspirasi saat ada aksi demonstrasi. Anggota DPRD melalui mitra komisinya pun, harus hadir,” jelas Safiuddin.
Lebih lanjut, legislator tiga periode asal Dapil Kecamatan Ujung Bulu dan Ujung Loe ini menyampaikan pentingnya komunikasi dan kolaborasi. Menurutnya aksi demonstrasi merupakan langkah terakhir dalam penyelesaian masalah.
“Seperti malam hari ini ada dialog publik. Substansinya adalah menyampaikan kritik, saran dan masukan bagi pemerintah daerah, DPRD dan stakeholders lainnya. Ini langkah yang positif,” ujar Safiuddin.
“Dengan dibukanya ruang-ruang aspirasi masyarakat, semoga Bulukumba bisa lebih maju lagi dengan masifnya pelibatan pembangunan partisipatif,” tambahnya.
Seri dialog publik Bulukumba Bersuara dihadiri langsung oleh Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf, Wakil Bupati Andi Edy Manaf, unsur Forkopimda, Sekda Muh Ali Saleng, sejumlah Pimpinan OPD hingga seratusan lintas tokoh dan aktivis organisasi.
Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf meminta agar semua elemen masyarakat bisa menyampaikan langsung permasalahan yang terjadi tanpa harus melakukan aksi demonstrasi. Sebab aksi demonstrasi bisa menghambat aktivitas ekonomi.
“Bayangkan saja kalau terjadi macet, ada berapa pengendara yang mengeluh, ada berapa pelaku usaha yang terhambat. Jadi saya minta saudaraku semua untuk menyampaikan langsung jika ada masalah,” ungkapnya.
Namun demikian, bupati yang akrab disapa Andi Utta mengaku bukan tipikal pemimpin yang anti-kritik. Justru sebaliknya, dialog publik dilaksanakan untuk menampung beragam kritik dan masukan masyarakat.
Andi Utta juga menghargai kebebasan menyampaikan pendapat di depan umum. Bahkan dia menyebut, pemerintah daerah akan menyiapkan panggung aspirasi di satu lokasi.
“Tribun lapangan pemuda juga akan difungsikan sebagai panggung aspirasi. Semua OPD harus melayani aspirasi yang ada di sana nantinya. Jadi aspirasinya didengar langsung,” imbuhnya.
Comment