Mengungkap Misteri di Balik Tewasnya Warga Rilau Ale Bulukumba, 15 Saksi Sudah Diperiksa

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali. (Ist)

Bulukumba, Inilah.co.idKasus tewasnya seorang warga Desa Bontomate’ne, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, bernama Sarman (41) pada 22 September 2025 lalu, hingga kini masih menjadi misteri. Jenazahnya ditemukan di teras rumah salah satu warga setempat, berinisial AE.

Namun demikian, polisi melaporkan bahwa dalam penyelidikan kasus ini sudah ada 15 orang saksi yang sudah diambil keterangannya.

“Saat ini penyelidikan masih berjalan dan kami telah memeriksa 15 orang saksi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali dalam keterangannya kepada awak media, Senin (6/10/2025).

Dia menyampaikan, bahwasanya, ke-15 saksi yang telah diperiksa tersebut, merupakan saksi yang mengetahui atau berinteraksi dengan korban sebelum meninggal dunia.

BACA JUGA:  Polisi Kawal Eksekusi Lahan di Ujungloe Bulukumba

“Kami sudah memeriksa teman main domino, orang yang ditemui korban sebelum kejadian, pemilik rumah tempat korban ditemukan, istri korban, serta saksi kunci seorang perempuan berinisial SW yang terakhir bersama almarhum,” ujar Muhammad Ali.

Saat ini, penyidik masih menunggu hasil Autopsi dan pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel untuk memastikan penyebab kematian Sarman. Pemeriksaan melibatkan tim forensik RS Bhayangkara Polda Sulsel, serta tim eksternal guna memastikan hasil yang objektif.

Sejak laporan diterima, polisi telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, mengawal proses autopsi, serta menelusuri isi telepon genggam milik SW untuk melengkapi bukti.

BACA JUGA:  Polisi dan TNI Geledah Semua Blok Hunian Lapas Bulukumba

“Penyebab kematian almarhum belum bisa kami simpulkan sebelum hasil autopsi keluar. Setelah hasilnya diterima, kami akan melakukan gelar perkara dengan membandingkan hasil forensik dan keterangan saksi,” tegas Muhammad Ali.

Ia menambahkan, pihak kepolisian juga telah menemui keluarga korban untuk menyampaikan perkembangan penyelidikan, termasuk melakukan pemeriksaan langsung di rumah duka untuk mempercepat proses penanganan dan sebagai bentuk pelayanan.

“Dalam perkara ini, kami tidak ingin berspekulasi atau terburu-buru menyimpulkan. Kami berkomitmen bekerja secara objektif dan profesional untuk mengungkap fakta yang sebenarnya,” jelasnya.

Comment