Menteri Maman Pamer Penyaluran KUR UMKM di Era Prabowo, Potensi Serap 9 Juta Pekerja

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam laporannya sesaat sebelum peluncuran 800 ribu debitur UMKM. (Foto: Tangkapan layar YouTube Kementerian UMKM)

Surabaya, Bulukumba.inilah.co.idMenteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman memamerkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor produksi tahun 2025. Ia menyebut penyaluran KUR sektor produksi adalah sejarah baru.

“Tahun ini kita sudah mencapai 60 persen di sektor produksi. Kita berikan apresiasi sebesar-besarnya kepada penyalur, serta kepada seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” ujar Maman Abdurrahman sesaat sebelum Peluncuran Akad Massal 800 Ribu Debitur UMKM di Dyanra Convention Center Surabaya, Selasa (21/10/2025).

Maman menyatakan bahwa dalam fase lima tahun terakhir, dari kredit pengalokasian KUR sekira Rp300 triliun, sama sekali belum pernah mencapai angka 60% untuk alokasi KUR produksi.

Tahun 2020, lanjutnya, alokasi KUR hanya mencapai 57%, tahun 2021 hanya mampu 55%, tahun 2022 hanya 56%, tahun 2023 hanya 56%, dan 2024 terkahir mulai beranjak di 57%.

“Alokasi KUR di sektor produksi sepanjang sejarah program KUR ada, ini yang pertama kali mencapai 60 persen. Ini semua berkat arahan dari Pak Presiden Prabowo Subianto dengan mendorong kolaborasi,” jelas Maman.

Ia mengemukakan realisasi penyaluran KUR sudah mencapai Rp218 triliun kepada lebih dari 3,7 juta debitur, termasuk debitur baru dan debitur graduasi. Penyaluran KUR sebesar Rp300 triliun kepada 2,34 juta debitur baru, dan 1,17 juta debitur graduasi, akan memberi dampak terhadap penciptaan lapangan pekerjaan.

“Bagi kami ini sebuah pencapaian yang luar biasa. Tentu bukan kerja satu dua orang, tapi ini adalah kerja kolaborasi kita semua, baik eksekutif, legislatif, maupun bank penyalur,” ujar Maman.

“Mohon izin Pak Menko, saya kira bank-bank juga setuju, insya Allah tahun 2026 kita akan targetkan di angka 62 persen untuk KUR sektor produksi,” jelasnya menambahkan.

Kenapa angka 60% penting, kata dia, karena salah satu indikator mengukur kualitas pendistribusian KUR itu di angka 60% ke sektor produksi. Selama ini alokasi pendistribusian KUR banyak ke sektor konsumtif, akhirnya ekonomi multiflier effect kurang bergerak.

Maman berharap dengan angka 60% sektor produksi, ekonomi di daerah bisa bergerak. Sebab 60% dari Rp300 triliun alokasi ke sektor produksi, tentu akan mendorong peningkatan tenaga kerja yang lebih banyak.

“Kalau asumsinya satu UMKM bisa menyerap dua sampai tiga tenaga kerja, artinya ada sekitar 7 sampai 9,5 juta pekerja yang akan terserap melalui program KUR ini,” imbuhnya.

Mewakili Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meluncurkan 800 ribu debitur UMKM yang dilaksanakan secara serentak di 38 provinsi baik secara luring maupun daring.

Peluncuran ini, juga dihadiri oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Mukhtarudin, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, beberapa Wakil Menteri, sejumlah pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga, serta para pengusaha UMKM.

Comment