Harga Ikan Warnai Inflasi di Sulsel 2025, Nelayan Irit Melaut?

Deputi Kepala BI perwakilan Sulsel, Wahyu Purnama menunjukkan data perkembangan inflasi di Sulsel selama 2025.

Bulukumba, Inilah.co.idDeputi Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulsel, Wahyu Purnama memaparkan perkembangan inflasi di Sulawesi Selatan selama tahun 2025. Ia menyebut ada tiga jenis ikan yang ikut mewarnai inflasi Sulsel year-to-date (Ytd).

“Ada tiga ikan-ikanan, yaitu ikan Bandeng, ikan Cakalang, dan ikan Layang,” ujar Wahyu Purnama dalam High Level Meeting & Capacity Building Penyusunan Neraca Pangan di Ruang Kahayya, lantai 4 Gedung Pinisi Bulukumba, Selasa (21/10/2025).

Wahyu Purnama mengungkapkan, harga-harga ikan tersebut cukup tinggi sampai dengan September 2025. Ia menguraikan laju pendorong inflasi ikan bandeng di angka 13,86%, cakalang 18,34%, dan layang 10,84%.

Menurut Wahyu, tahun 2025 ini agak unik, di mana penyebab situasi yang cukup besar itu ada di komoditas ikan-ikanan. Padahal jika dibilang cuaca, bukan menjadi penghalang utama bagi nelayan untuk melaut.

BACA JUGA:  Hari Pertama Masuk Kantor Usai Idul Fitri, Bupati Andi Utta: ASN tak Boleh Terus di Zona Nyaman

“Mungkin salah satu isunya adalah kurangnya solar. Kurangnya pasokan solar di daerah, sehingga kapal nggak bisa melaut,” ujarnya.

Wahyu juga menyebut emas perhiasan yang naik di angka 34 persen lebih sebagai komoditas yang ikut mewarnai inflasi di tahun 2025. Namun demikian, emas merupakan fenomena global yang sangat dipengaruhi oleh permintaan global.

“Tapi kita semakin tidak percaya, lama-lama ini kok harganya semakin mendekati Rp3 juta per gram. Kita mau beli sekarang juga takut, apakah mau turun lagi atau seperti apa,” jelasnya.

Sepintas jika dicermati, kondisi stok dan harga ikan dipengaruhi oleh aktivitas nelayan yang melaut. Sejauh ini, jurnalis Inilah Bulukumba belum mendapatkan data secara rinci, baik pasokan BBM subsidi untuk nelayan ke daerah-daerah, hingga intensitas nelayan melaut.

BACA JUGA:  Meriahnya Salat Idul Fitri di Pelataran Gedung Ammatoa Bulukumba, Andi Utta Bicara Dinamika Global

Sebelumnya, High Level Meeting & Capacity Building Penyusunan Neraca Pangan juga dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Sulsel bidang Ekonomi Kerakyatan Dr. Since Erna Lamba yang mewakili Pemprov Sulsel.

Selain Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf-Andi Edy Manaf, juga hadir Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Natsir Ali, Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin, dan Wakil Bupati Jeneponto, Muhammad Islam Iskandar.

Selanjutnya hadir Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah, Sekretaris Daerah Bulukumba Muh. Ali Saleng, beberapa pejabat Pemprov Sulsel, para Pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lingkup Pemkab Bulukumba, serta Anggota TPID Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto dan Kepulauan Selayar.

Comment