Lika-liku Perjalanan Pimpinan Baznas Bulukumba Yusuf Shandy Raih Gelar Magister Ekonomi Syariah di UINAM

Pimpinan Baznas Kabupaten Bulukumba bidang Pendistribusian, H.M. Yusuf Shandy.

Bulukumba, Inilah.co.id Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H.M. Yusuf Shandy akhirnya meraih gelar Magister Ekonomi Syariah di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM). Ia menjalani kuliah dengan penuh lika-liku.

“Alhamdulillah, akhirnya selesai juga. Ini berkat doa dan dukungan dari berbagai pihak; para dosen, pembimbing, keluarga, pun teman-teman di Baznas Kabupaten Bulukumba,” kata Yusuf Shandy di Bulukumba, Rabu (22/10/2025).

Yusuf Shandy mengikuti wisuda angkatan 115 bersama ratusan wisudawan dari berbagai fakultas yang dipusatkan di Auditorium UIN Alauddin Makassar, Samata, Kabupaten Gowa, Selasa (21/10/2025).

Pimpinan Baznas Bulukumba asal Desa Tamaona Kecamatan Kindang ini, mengaku bersyukur, bahagia, disertai dengan rasa haru mendalam. Ia mengingat proses perjalanan yang dilaluinya dengan tidak begitu mudah.

BACA JUGA:  PSC Bulukumba Terima Bantuan Logistik Kesehatan

“Jika dibilang berlika-liku, iya pasti begitu. Kampus di Makassar, saya tinggal dan bekerja di Bulukumba. Alhamdulillah, kuliahnya kebanyakan online karena ambil yang non-regular7,” kata Yusuf Shandy.

Lebih lanjut, Ustaz Yusuf sapaannya, mengemukakan prosesnya yang cukup merepotkan saat bimbingan, karena harus ketemu dengan dosen pembimbing di hari kerja. Namun demikian, ia juga mendapat bimbingan secara online.

“Senangnya, karena tema penelitian yang saya ajukan diterima dan diapresiasi dengan baik. Tesisnya terkait dengan akuntabilitas pengelolaan zakat,” kata Yusuf Shandy.

“Judulnya yaitu Peningkatan Akuntabilitas Pengelolaan Zakat Melalui Sharia Enterprise Theory. Lokasi penelitian di Kantor Baznas Kabupaten Bulukumba,” sambungnya.

BACA JUGA:  Mengenal Dua Dewan Hakim MTQ Sulsel Asal Bulukumba

Saat ujian tutup, tema yang ia angkat sangat aktual dan menggunakan teori akuntansi yang tergolong baru. Yusuf Shandy mengaku pengujinya minta agar diterbitkan dalam bentuk buku, agar manfaatnya dapat dirasakan banyak orang.

“Insya Allah, saya akan upayakan penerbitan bukunya, Pak, dengan dukungan para penguji dan pembimbing,” ucap Yusuf Shandy mengingat ketika diminta menerbitkan dalam bentuk buku.

Sekadar diketahui, Yusuf Shandy saat strata satu (S1) bergelar Lc. Sebelum pulang ke kampung halamannya di Bulukumba, ia lama menjadi presenter di salah satu TV nasional untuk Kabar Timur Tengah.

Comment