Stok Bahan Pokok Bulukumba Cukup, Harga Cabai Besar dan Daging Ayam Turun

Ilustrasi bahan pokok. (Ist)

Bulukumba, Inilah.co.idDinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Bulukumba, terus memantau dan mengawasi harga-harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional. Dari update terakhir, stok bahan pokok cukup, dan harga sejumlah komoditas terpantau turun.

Disdagrin Bulukumba melaporkan pergerakan harga-harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya, dari pekan terakhir September 2025 hingga pekan pertama Oktober 2025.

Dari data yang diterima jurnalis Bulukumba.inilah.co.id, harga beras stagnan dari pekan sebelumnya dengan rincian beras IR 36/Bromo Rp13.000 per liter, Cihera Rp12.000 per liter, Ketan Putih Rp15.000 per liter, dan Ketan Hitam Rp25.000 per liter.

BACA JUGA:  Meriahnya Salat Idul Fitri di Pelataran Gedung Ammatoa Bulukumba, Andi Utta Bicara Dinamika Global

Berikutnya harga gula dalam negeri dan impor stagnan Rp16.000 per liter. Untuk tepung terigu ikut stagnan, merek Kompas Rp11.000 per kg, dan Gatot Kaca Rp10.000/kg.

Komoditas sayur mayur yang mengalami kenaikan mencolok 100% yaitu Kol, dari Rp5.000 per kg menjadi Rp10.000 per kg. Adapun wortel, bawang putih, bawang merah hingga tomat, harganya masih stagnan dari pekan sebelumnya.

Harga cabai besar justru mengalami penurunan 14%, dari Rp35.000 menjadi Rp30.000. Untuk cabai keriting dan cabai kecil harganya juga stagnan dari pekan sebelumnya.

Harga daging ayam juga turun 14%, dari Rp35.000 menjadi Rp30.000. Adapun daging sapi stagnan pada harga Rp120.000 per kg. Kemudian harga telur ayam ras, telur ayam kampung, telur itik, tempe dan tahu juga stagnan.

BACA JUGA:  Harga Cabai-Tomat di Bulukumba Melandai, Emas Melempem

Kabid Pengembangan Pasar dan Kemetrologian Disdagrin Kabupaten Bulukumba, Andi Mirza Milanie mengaku pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan bahan pokok dan kebutuhan lainnya.

“Untuk pantauan pengawasan di pekan pertama Oktober 2025, stok tercukupi. Semisal ada stok atau harga yang tidak stabil, kami cari tahu akar permasalahannya di mana agar kami tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya kemarin.

Comment