Bulukumba, Inilah.co.id– Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf meminta semua elemen masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong secara maksimal, minimal dengan menanam tanaman jangka pendek seperti cabai, tomat dan sayur-sayuran.
Bupati dua periode berlatar pengusaha ini, berpendapat bahwa tanaman jangka pendek akan ikut menopang ekonomi daerah. Beberapa di antaranya menjadi komoditas penyumbang utama deflasi di Bulukumba.
“Cabai bikin ekonomi daerah bergetar, kalau harganya pedas,” ujar Andi Muchtar Ali Yusuf saat sambutan dalam High Level Meeting & Capacity Building Penyusunan Neraca Pangan di Ruang Kahayya, lantai 4 Gedung Pinisi Bulukumba, Selasa (21/10/2025).
“Coba bayangkan kalau makan tidak pakai cabai, kan bisa lebih hemat. Tapi kalau makan tanpa cabai, sepertinya makanan kurang terasa,” sambungnya dengan nada sedikit bercanda.
Lebih lanjut, bupati yang akrab disapa Andi Utta menyatakan bahwa pada September 2025, inflasi Bulukumba year on year (yoy) sebesar 2,80% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,90%. Menurutnya IHK ini berada di bawah nasional 108,74 dan Provinsi 108,72%.
“Penyumbang utama inflasi bulan September 2025 (yoy) adalah kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dengan andil 1,79 persen,” kata Andi Utta.
Penyumbang utama inflasi berikutnya, kata dia, adalah Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil 0,68%. Kemudian kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran dengan andil 0,16%.
“Tingkat Inflasi month to month (mtm) September 2025 tercatat sebesar minus 0,04 persen. Komoditas penyumbang utama deflasi adalah Cabai Rawit dengan andil sebesar 0,08 persen, Tomat dengan andil sebesar 0,06 persen, dan Bawang Merah dengan andil sebesar 0,04 persen,” jelas Andi Utta.
High Level Meeting & Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona I (Kawasan Bulukumba-Kepulauan Selayar-Bantaeng-Jeneponto), diselenggarakan oleh Pemkab Bulukumba dan difasilitasi oleh Bank Indonesia perwakilan Sulsel.
Kegiatan tersebut, dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Sulsel bidang Ekonomi Kerakyatan Dr. Since Erna Lamba yang mewakili Pemprov Sulsel, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia perwakilan Sulsel, Wahyu Purnama, hingga sejumlah Bupati, Wakil Bupati, dan Anggota TPID.
Comment