Jakarta, Bulukumba.inilah.co.id– Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto resmi meluncurkan paket stimulus ekonomi tambahan di Kantor Pos Indonesia, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2025).
Paket stimulus ekonomi tambahan terdiri dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat dan program magang nasional lulusan perguruan tinggi. Peluncuran program ini bertepatan dengan hari ulang tahun ke-74 Presiden Prabowo Subianto.
Program ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan memperluas kesempatan kerja di berbagai sektor.
Airlangga Hartarto mengungkapkan, stimulus ekonomi tambahan terutama bantuan tunai merupakan “instruksi” dari Presiden Prabowo. Kata Airlangga, Prabowo meminta untuk penerima manfaat BLT diperbanyak.
“Program bantuan langsung tunai kesejahteraan rakyat merupakan program tambahan dari kartu sembako (BLT) reguler untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Pemerintah, kata dia, menyalurkan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan (Oktober, November, Desember) yang akan disalurkan sekaligus Rp900.000 kepada masyarakat penerima manfaat.
Lebih lanjut, Airlangga mengestimasi sekira 35 juta keluarga penerima manfaat akan merasakan program tersebut, serta bisa menjangkau sekira 140 juta jiwa pada desil 1 hingga desil 4 berdasarkan data sosial sensus ekonomi nasional.
“Ini bisa menjangkau 140 juta jiwa, jika kita berasumsi satu KPM itu ayah, ibu, dan dua orang anak,” jelasnya.
Ia menyebut, stimulus ekonomi tambahan berupa bantuan tunai ini di luar BLT reguler yang setiap bulan disalurkan oleh Kementerian Sosial kepada 20,88 juta KPM melalui program keluarga harapan (PKH) dan bantuan sembako.
“Rencananya mulai akan diberikan pada Senin 20 Oktober 2025,” imbuhnya.
Saat meluncurkan program stimulus ekonomi tambahan, Menko Airlangga didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka Prabowo.
Comment